Cast :
Lalisa Manoban (Lisa Blackpink)
Oh Sehun (Sehun EXO)
Kwon Jiyong (G Dragon)
Kim jennie (Jennie Blackpink)
Song Mino (Mino Winner)
Kim Jiwon (Bobby iKon)
Lalisa Manoban (Lisa Blackpink)
Oh Sehun (Sehun EXO)
Kwon Jiyong (G Dragon)
Kim jennie (Jennie Blackpink)
Song Mino (Mino Winner)
Kim Jiwon (Bobby iKon)
DRUNK
"MEMANG KENAPA KALAU BUKAN BERASAL DARI KOREA!!!!" Lisa berteriak dan menyimpan gelas wine nya dengan kasar, membuat seluruh orang dalam satu meja itu diam dan menghela nafas.
"Baiklah dia mulai lagi" keluh mino terbiasa melihat kelakuan adik agensi nya itu.
"Wah apakah dia semakin parah oppa?" Tanya jennie,ini baru kali ketiganya ia ikut acara perkumpulan "Lalisa and the gang" yang rutin maknae nya kunjungi.
Di tengah alunan musik kill this love yang telah di ubah oleh DJ membuat lalisa semakin menggila,image polosnya hilang tak bersisa hanya ada adik bersama yang bar-bar dan seenaknya,tepat pada saat reff lagu dengan kencang Lisa ikut bersorak.
"LETS KILL THIS LOVE YEIYEYEYE RAMPAMPAMPAMPAMMMM"
Puas memperhatikan Lisa,sebari meringis mino mengangguk menanggapi pertanyaan jennie.
Pemuda itu beralih pada seseorang di depannya yang tampak tenang dan tak terganggu.
"Aku minta maaf membuat mu tak nyaman Sehun" pemuda itu mengibaskan tangan tanda bukan masalah, melirik sebentar kearah Lisa dan mengangkat bahu tak peduli.
Hubungan pertemanan keduanya berlangsung lama dan akrab hingga mino dengan senang hati mengajak Sehun untuk bergabung,sampai Lisa yang tak waras mulai mengacau.
"DIAM KAU PARA MANUSIA!!!" ya tuhan ini tak akan mudah.
"Kali ini kenapa?" Bobby yang sedari tadi sibuk dengan handphone mulai mengalihkan perhatian pada semua orang.
"Seperti biasa oppa, sesaeng dan haters" cicit jennie pelan,rasanya ia ingin menggulingkan Lisa sekarang juga. Bagaimana tidak, si gadis thailand tengah sibuk memaki orang-orang ralat komenan mereka di akun sns miliknya persis seorang tak waras yang berbicara dengan handphone.
Jennie bersyukur untung saja pertemuan ini dilakukan di monkey museum benar-benar tempat yang bebas dari kamera paparazi dan wartawan. Bisa ia bayangkan kalau sampai racauan Lisa sampai pada media tentunya akan menjadi mimpi buruk bagi Blackpink.
"AH GD OPPAAAAA"
"JANGANNNNN" semua orang berteriak secara bersamaan dengan cepat Bobby meraih handphone Lisa lantas mematikannya, mereka menghela nafas setidaknya kejadian itu tak terulang.
"Kenapa?" Tanya Sehun bingung,dia bukan anggota "resmi" dari perkumpulan ini dan tak tahu apapun, cukup aneh dengan reaksi yang menurutnya berlebihan.
"Lisa adalah fans garis keras jiyong Hyung,ia akan menelepon dan mengoceh kata-kata seperti 'aku mencintaimu' 'kau lah pangeran ku' tapi yang paling parah justru terjadi setelahnya" jelas mino dengan menggebu,dan secara otomatis mereka semua mendekat gosip tentang Lisa memang selalu menarik untuk dibahas,si anak ajaib kesayangan semua orang.
Naasnya cerita mino justru membuat mereka mulai melupakan Lisa yang kini tengah bersandar di kursi dengan mulut yang terus bergumam tak jelas.
"Lisa akan menghubungi dara noona dan berteriak 'jauhi Kwon Jiyong!!' 'ayo bertukar tempat eonni' 'yak! Sandara Park aku lalisa Manoban hehehe jiyong oppa untukku ya' "
"Jadi maksud mu Lisa ingin merebut.." belum usai ucapannya Mino lantas memotong.
"Ah tidak Sehun,apapun yang kau pikirkan itu tak benar."
"Dia hanya seorang fans yang bisa bertemu dengan idolanya hampir setiap hari,dara noona tahu tentang itu. dan biasanya akan dia jadikan kesempatan ini untuk memaki balik orang yang membuatnya kesal. Mereka sama gilanya auhhh aku tak ingin mendengar Lisa dan dara noona saling berteriak lagi membuat kupingku sakit" jelas Bobby,sambil bergidik membayangkan teriakan Lisa mengalahkan suara musik.
Setelah kesadaran Lisa hilang sepenuhnya ke empat orang itu masih membicarakan banyak hal, terutama menggoda soal jennie dan mino si pasangan baru sampai membuat wajah keduanya memerah.
Hingga mino menepuk dahinya mengingat sesuatu.
"Ya Kim jiwon kita melupakan sesuatu!!" Bobby mengerutkan kening dan mata kecilnya kemudian membulat sempurna, dengan buru-buru merapihkan barang-barang mereka.
"Ada apa?" Tanya jennie yang bingung dengan kepanikan dua orang di depannya,terlebih Bobby yang langsung sibuk menghubungi beberapa orang.
"Jiyong Hyung ingin bertemu dengan kami membicarakan soal lagu comeback winner dan iKon..bagaimana Bob?"
"Jaewon sedang syuting,bambam berada di Thailand,Ten juga dan aku tak mungkin menghubungi Hanbin." Mino menghela nafas,beralih menatap Sehun yang masih tak mengerti situasi.
"Sehun-ah bisa minta bantuan mu mengantarkan anak ini?" Mino menunjuk Lisa yang kini tertidur pulas seperti anak kucing dan meringkuk di sofa mencoba mencari kenyamanan.
"YAKK!!! Oppa kenapa tidak kita bawa saja bersama?"
"Tak bisa sayang disana ada dara noona,lagi pula aku tak ingin Lisa mengacau dan membuat mood jiyong Hyung berantakan. Kau tahu bukan tangan kanan Yang Hyunsuk satu itu akan menjadi orang lain di studio."
"Tak apa Hyung biar aku saja" jawab Sehun,ketiga orang di depannya refleks melihat ke arah Sehun yang memperhatikan Lisa dengan datar.
"Terimakasih sehun-ah ini alamat apartemen Lisa,dia tetangga Kang Daniel di Unvillage"
"Tidak!! Jangan kesana itu berbahaya Sunbaenim, lebih baik mengantar Lisa ke Galleria foret ini nomor dan password nya"
"GALLERIA FORET?!!" Jennie refleks menutup kedua telinganya sembari menatap sinis Bobby dan Mino.
"Aisshh bisa tidak sih kalian jangan berteriak,kupingku berdengung! Lisa memang memiliki beberapa apartemen."
"Tapi aku tak tahu dia tinggal di tempat yang sama dengan jiyong hyung."
"Memang hanya keluarganya dan Blackpink yang tahu. Kalian pikir bagaimana caranya si anak bawang itu berani pada jiyong oppa? Tentu karena mereka tetangga sejak trainee."
"Apakah Blackpink kumpulan anak chaebol?"
"Ishh sudahlah tidak ada chaebol diantara kami. oppa,kau bilang di tunggu jiyong oppa"
Setelah perdebatan tak penting dan drama kecil lainnya akhirnya mereka berpisah dengan Lisa yang kini ada di mobil Sehun dan mereka bertiga berbelok arah menuju studio G Dragon.
"Oppa memang tak apa membiarkan mereka bersama?" Tanya jennie,ia menggigit kukunya memikirkan Lisa ditambah kebiasaan gadis itu ketika mabuk.
"Tenang saja aku percaya pada Sehun." Jawab Mino mencoba menenangkan kekasihnya.
"Lagi pula memang apa yang kau harapkan terjadi diantara mereka jennie-ya?" Kali ini giliran Bobby yang ikut menyahut dengan kepala yang dimunculkan dari belakang diantara jok jennie dan Mino.
"Kau tahu lah oppa." Jawaban jennie sontak membuat ketiganya tertawa, khawatir pada Lisa? Cih justru mereka lebih memikirkan keamanan Sehun nantinya.
Di sisi lain Lisa yang tak menyerah terus memanggil idolanya,dan menganggap Sehun sebagai Kwon Jiyong.
"Eungghhh jiyong oppa,mau dengar kisah ku tidak? Kau bisa membuat lagu menyedihkan dari cerita ku."
"Aku lelah, ingin mengakhiri semuanya.hiks..kau benar..hiks aku terlalu cepat mengambil keputusan."
Tak ada jawaban,Sehun masih fokus pada jalanan di depannya membiarkan Lisa yang sesekali meracau dengan air mata yang mengalir.
Keduanya sampai, Sehun memapah tubuh Lisa yang bisa rubuh kapan saja,ia memandangi pantulan mereka di lift pikirannya berkecamuk kemana-mana ia ingin segera pulang mendinginkan kepala dan menikmati libur tiga harinya.
Tepat ketika Sehun akan memasukan password, apartemen di depannya terbuka dan Kwon Jiyong ada dihadapannya. Sehun lalu membungkuk untuk menyapa salah satu sunbae yang paling berpengaruh bagi perkembangan K-Pop itu.
Jiyong menghela nafas melihat Lisa yang mulai membuka matanya lalu tersenyum manis dengan wajah memerah dan tatapan polos.
"Kau pasti kerepotan Sehun-ah."
"Tidak apa Hyung, kebetulan kami tadi minum bersama Bobby,mino dan jennie."
"Oppa ayo berkencan!! Sialan!! jika saja dulu aku memilihmu di banding Hanbin pasti akan menyenangkan huhuhu aku rinduuu." Baik jiyong dan Sehun keduanya terdiam terkejut dengan alasan yang berbeda,leader bigbang itu tak menyangka Lisa akan mengungkit perasaan masa lalu mereka,dan Sehun yang baru tahu fakta mencengangkan.
"Jangan dengarkan kau tahu sendiri bagaimana dia." Sehun mengangguk, ia merasa canggung mengetahui rahasia yang tak seharusnya Lisa utarakan.
Jiyong kemudian pamit bersamaan Lisa dan Sehun yang memasuki apartemen maknae Blackpink itu.
Suasana didalam ruangan terkesan dingin,entahlah semua letak perabotan seolah menjelaskan Lisa yang tinggal seorang diri di tempat yang amat luas. Sehun dapat melihat banyak hadiah dari fans yang berdampingan dengan penghargaan dari berbagai acara musik internasional berjajar di sebuah lemari kaca.
Aahh Sehun hampir lupa gadis yang terpejam di sofa adalah orang yang sama dengan anggota termuda girlgrup paling besar di dunia saat ini. Atensinya beralih pada boneka anak ayam yang di beri baju dan sepatu, dan baru ia sadari nyaris semua boneka itu Lisa dandani dengan gaya yang nyentrik namun tetap manis.
"Hmmmpppttt" ia terkejut begitu melihat Lisa yang berlari dengan cepat ke arah kamar mandi yang ada didalam kamarnya ditambah suara debuman yang keras,suara benturan kepala si tuan rumah dan pintu. Namun seolah tak peduli Lisa hanya mengusap jidat keramat miliknya lalu membuka kloset dan memuntahkan seluruh isi perutnya.
Sehun meringis tapi merasa bersyukur Lisa tak muntah di bajunya. Merasa tak tega lelaki pucat itu menghampiri dan mengurut leher Lisa memudahkan gadis itu mengeluarkan seluruhnya,menemani Lisa menggosok gigi dan memapahnya ke tempat tidur, gadis berwajah Barbie itu merengek ingin berganti baju dan membuat Sehun menunggu di kamar mandi. Setelah semua selesai pemuda itu memutuskan untuk pulang, melihat Lisa yang mulai terlelap lagi dengan baju tidur bergambar anak ayam miliknya.
"Oppa" Sehun tercekat merasakan pelukan Lisa yang dengan erat menempelkan wajah pada punggungnya.
"Aku tidak berkencan dengan siapapun saat ini hiks" Sehun hanya terdiam menjadi pendengar bagi Lisa dan membiarkannya mengutarakan semua hal yang diinginkannya.
"Aku marah dan malu pada diriku sendiri. Semuanya terasa rumit,ditambah kau yang semakin terang-terangan menjauhiku. Kau tahu aku sedang ketakutan..banyak orang yang mengirim pesan agar aku cepat mati,harusnya aku bisa menahan itu tapi tak ada orang yang baik-baik saja disumpahi begitu hiks"
"Dan..aku merindukanmu." Sehun mencoba melepaskan pelukan Lisa yang justru memperat pelukannya.
"Jangan lihat! Dan jangan pergi kumohon."
"Kau mabuk Lisa." Jawab Sehun dingin,dengan sedikit tenaga ia melepaskan pelukan Lisa, wajah gadis itu memerah dengan mata bengkak dan tangisan tak kunjung berhenti.
"Oppa pasti membenci ku, semua orang juga begitu..Lisa-ya bagaimana mungkin kau melepaskan Sehun semudah itu? Hey Lisa bodoh kau tahu berapa banyak gadis yang dia tolak untukmu?! Bahkan Jiyong oppa mendukung mereka. Aku terlalu ceroboh dan egois."
"Kau sadar itu, maka jangan pernah lagi mengatakan soal meninggalkan atau rindu semuanya hanya omong kosong."
"Tapi aku benar-benar merindukan mu" isakan Lisa semakin kencang ia mencengkram ujung baju Sehun dengan kepala mendongak sedangkan maknae Exo itu memilih memalingkan muka enggan bersitatap dengan si mantan kekasih.
"Tapi aku sadar diriku benar-benar sangat buruk,aku tak pantas untukmu. Melepaskan mu jalan keluar bagi kita,tapi..tapi ternyata aku tak sanggup melihatmu dengan gadis lain,aku masih menyayangi mu oppa,apa yang harus aku lakukan?"
"Bersenang-senang dengan banyak orang seperti yang sering kau lakukan dulu. Bukankah hal itu lebih efektif untuk menghiburmu mengembalikan mood mu atau memberi perhatian yang tak bisa kau dapat dari kekasihmu yang dingin."
"Aku menyesal."
"Memang seharusnya begitu."
"Maafkan aku..maaf menjadi kekasih yang bisa kau banggakan,maaf aku sering menyakitimu,maaf....tak dapat menjaga kepercayaan mu." Sehun tak mendengarkan lebih lanjut,memilih melangkah menjauhi Lisa dan ketika Sehun hendak membuka pintu suara debuman yang tak kalah keras terdengar. ia langsung menoleh ke belakang, dan mendapati Lisa yang tengkurap terjatuh ketika berusaha berlari menyusul nya dengan kening yang kembali mencium lantai
"Aaaaaaahhhhhhh Sehun oppa sakit!!!" Lisa merengek memegangi kepalanya,gadis itu mulai berguling-guling dilantai dan terus mengatakan Sehun kejam.
Hembusan nafas berat kembali Sehun keluarkan ia mendekat kearah lisa, tangannya yang sedari tadi mengepal mulai terbuka. Gadis di hadapannya memejamkan mata merasa pasrah dengan semua keadaan dan masih menangis seperti anak kecil yang akan ditinggalkan ayahnya.
"Kau paling ahli membuat semua orang tak bisa meninggalkan mu." Kali ini giliran Lisa yang terkejut,tangisnya makin keras begitu merasakan dekapan hangat Sehun yang amat ia rindukan.
"Jangan terus menyalahkan dirimu sendiri"
"Tapi aku memang perempuan terburuk, tak pernah bersyukur atas semua sikap mu padaku. Mencaci dan meninggalkan mu agar aku merasa lebih baik dan meyakinkan aku adalah korban, menjadi satu-satunya yang paling terluka dan oppa yang terjahat, agar kau tahu juga rasanya diabaikan. Setiap hari aku selalu berpikir kenapa kekasih ku jarang berada di sampingku? Dia sudah tak mencintaiku,kau berubah kau membenciku. Dan aku berpikir orang lain bisa menghilangkan rasa sakit ini,tapi nyatanya aku hanya ingin kembali padamu oppa."
Dan seperti biasanya Sehun kembali kalah memilih merengkuh Lisa dan mengelus Surai gadis itu,bagaimanapun ia tak bisa membohongi diri kalau ia masih mencintai si gadis menyebalkan ini.
"Kau tampan hehehehe mau tidak jadi kekasihku lagi?" Hahh mulai lagi
"Tidak, aku tidak mau berkencan dengan gadis pemabuk."
"Aku mabuk untuk menjaga kesehatan!"
"Ck..yang benar saja."
"Sehun oppa kau ingin tahu kebenaran?"
"Hmmm" Lisa melambaikan tangan dan mengisyaratkan Sehun untuk mendekat ke arahnya,gadis itu membisikan sesuatu.
"Dalgom sebenarnya ayah Leo" Sehun menatap tidak percaya pada Lisa yang mengangguk yakin lalu merutuki dirinya yang percaya pada ucapan orang mabuk.
"Yang benar saja Oh Sehun! ku pikir kau sudah sama tak warasnya dengan si gila ini." Lisa terkikik geli mendengar Sehun yang menggerutu dan bicara sendiri.
"Aku pulang ya?" Lisa menggeleng lalu menaikan kakinya pada pinggang Sehun mengunci agar lelaki itu tak pergi kemana-mana.
"Ini kan juga rumah mu."
"Yang benar saja! Oh iya sejak kapan kau menyukai Jiyong Hyung?"
"Hmmm saat aku masih trainee,kau tahu kenapa aku lebih memilih hanbin dibanding dirinya?"
"Aku tak ingin tahu"
"Yakkkkkkk!!! Pokoknya dengarkan" Sehun memutar matanya malas,ia bersumpah Lisa akan menyesali semua yang ia lakukan malam ini.
"Berisik lebih baik kau kembali tidur" potongnya well siapapun akan muak mendengar gadis mabuk -yang ia cintai- menangisi pria lain di hadapannya. Pemuda itu awalnya akan memapah Lisa tapi gadis itu merengek ingin di gendong,dan berakhir Lisa yang seperti bayi koala raksasa.
"Daddy" bisik Lisa,dengan jahil meniup pelan leher dan telinga Sehun.
"Berhenti atau kau akan menyesalinya"
"Aaahhhh kenapa hikss..kau jahat..Daddy jahat pada ku huaaaa" setelah sampai Sehun segera melempar Lisa ke kasur,menggulung gadis itu dengan selimut,membuat Lisa persis seperti larva di animasi yang sering Sehun tonton ketika tidak ada jadwal.
"Astaga kenapa aku mau dengan gadis seperti ini sih?" Sehun memijat kepalanya yang pusing,apalagi Lisa yang terus mencoba keluar dari selimut dan menempel kembali pada pundaknya.
"Oppa!! Aku mencintaimu hehehe" dan tepat setelah itu Lisa mengecup bibirnya,Sehun terkejut namun masih bisa merasakan wine di bibir tebal gadis itu.
"Kenapa dia tampan sekali sih huhuhu"
"Ya tuhan kau lelaki yang paling tampan di Korea,ah tidak! Di dunia"
"Ini kekasih kuuuuuuu"
Dan tiap ucapan itu diselangi kecupan yang terus di berikan Lisa. Sehun memejamkan mata mencoba mengumpulkan kewarasannya,namun gagal. Maka yang dilakukannya adalah bergabung menjadi gila dengan gadis di belakangnya,mengungkung Lisa yang tertawa tanpa dosa.
"Kau yang memulai" ucap Sehun sebelum melumat bibir gadis itu,yang disambut dengan suka cita oleh Lisa.
*****
Beberapa kali dering alarm mengganggu tidurnya membuat Lisa meraba handphone dan berniat mematikan suara bising nan menjengkelkan itu,ini sudah ke sepuluh kali bangun sementaranya, oh alkohol memang yang terbaik untuk melepaskan pusing dengan bayaran yang tak kalah mahal.
Lisa kembali memejamkan mata,sampai rasa mual mulai menyerang, dan yaaa ini dia, di mulailah saat-saat paling memuakan buah dari kelakuannya semalam.
Ia berlari kearah toilet memuntahkan lagi isi perutnya membuat semua tenaganya terkuras,dan hebatnya itu berlangsung beberapa kali seolah ingin mengeluarkan apa yang ia makan sebulan terakhir. Lisa mengerjapkan mata kepalanya benar-benar pening disusul muntahan yang entah kali berapa,samar Lisa mendengar suara langkah kaki mendekat dan kain yang tersampir di pundaknya.
"Setidaknya pakailah baju,kau tampak menyedihkan" ucapan datar itu seolah menamparnya,dengan cepat ia menoleh kearah tubuhnya yang benar-benar polos dengan banyak bercak merah terutama di dada dan paha dalamnya,Lisa mengumpat dengan cepat lantas mengenakan bathrobe dengan benar.
"Bagaimana oppa bis..Hoek" ucapannya terpotong dengan suara menjijikan itu lagi,ia menghela nafas merasa lelah.
"AKU TIDAK AKAN PERNAH MINUM LAGI"
"Katakan itu pada semua koleksi wine tua mu" Sehun menyodorkan minum pada Lisa,ia jelas tahu gadis itu membual tentang berhenti minum. Oh ayolah apa yang salah dengan minum? Kalian pikir gadis 23 tahun dengan beban seberat itu akan lega hanya dengan bercerita? Mustahil, lagi pula ini Korea bung.
Lisa mengambil gelas gambar unicorn miliknya,baru sampai satu teguk semuanya keluar tiga kali lipat.
"Oh lihatlah tenderloin mahal ku keluar lagi oppa"
"Lisa aku memang mencintai mu tapi kau membahas sesuatu yang ku benci sekarang"
Dengan lemas setelah muntah yang menghabiskan seluruh energinya Lisa kini duduk di meja makan dengan pakaian yang lengkap tentu saja,sedangakan Sehun menyiapkan sup pereda mabuk dan juga minumannya.
"Kekacauan apa lagi ini?" Lisa meringis melihat Sofanya berantakan.
"Oppa kita tidak melakukannya di sofa kan? Apa jadinya saat mom dan dad tahu" ia menjambak rambutnya mulut mengumpulkan akal sehat yang masih bercecer.
"Hampir,saat kau mengangkat kaki kepinggang ku dengan kancing baju tidur acak-acakan oppa jangan tinggalkan aku, ini juga rumah mu ingat?" Wajah Lisa memerah sempurna tak ingin membahas lebih lanjut sisi bar-barnya.
"Jangan pernah mabuk dengan lelaki lain Lisa,termasuk Bobby dan Mino" dengan anggukan pasrah gadis yang kini telah kembali menjadi manusia itu, mendekati Sehun lalu memeluknya lehernya dari belakang kursi.
"Setidaknya aku mendapakan mu kembali."
"Oh kenapa tidak dengan jiyong Hyung saja." Mata bulatnya semakin membesar ia mengulum bibir,jelas tahu lelaki yang tengah membalas pesan gang nya ini luar biasa kesal,dan seperti apa yang diperkirakan Lisa menyesali semua yang diucapkan mulut lancangnya. Kecuali tentang ia ingin Sehun kembali tentu saja dan ngggg apa yang dilakukan keduanya.
"Tapi ujungnya aku memilih mu"
"Bahkan saat kau memilih Hanbin kau menyesal tak datang pada seorang G Dragon Lisa. Oh ya ralat, sebenarnya terjadi aku yang kembali karena kau merengek dan menangis meraung,jangan lupakan itu!"
"OPPAAAAA sudah aku malu"
"Oh ya? Daddy little princess sepertinya mulai waras.tak ingin berguling di lantai lagi eoh?" Sehun menyeringai seolah menemukan mainan baru, menggoda Lisa memang semenyenangkan ini.
Dan gadis itu kini terus merengek agar Sehun menghentikan semuanya,lelaki itu tertawa dan menarik Lisa ke pangkuannya,memeluk Lisa-nya dari belakang.
"Opaa" Lisa menoleh ke belakang otomatis pipi keduanya bertemu.
"Hmmm"
"Kau tak lupa pakai pengamankan?" Sehun langsung terdiam wajahnya pucat,cukup membuat Lisa mengetahui jawabannya.
"YAK!! ASTAGA... SIALAN KAU OH SEHUN!"
Dengan cepat Lisa hendak pergi ke rumah sakit memeriksa kemungkinan terburuk,memiliki anak bukan lah musibah tentu saja tapi akan berbeda kasus jika itu terjadi pada sepasang idol yang tengah berada di puncak ketenaran tanpa ikatan pernikahan.
"Hei kau tak mungkin hamil!! Darah mu mengenai celana ku aisshhh" Lisa lantas berhenti berbalik dan mengecek,ia menghela nafas lega saat menstruasi datang di saat yang tepat.
Demi tuhan Mabuk baginya adalah hal yang berbahaya!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bebas berkomentar, asal sopan dan tidak mengandung SARA :))